Tips Berpuasa untuk Penderita Diabetes Mellitus
Tips Berpuasa Untuk Penderita Diabetes
Mellitus
Sebentar
lagi kaum muslim sedunia memasuki bulan
ramadhan ,dimana diwajibkan atas mereka berpuasa ,kecuali bagi yang tidak mampu
.Puasa Ramadhan adalah salah satu dari lima rukun islam yaitu suatu kegiatan
tidak diperbolehkan nya makan ,minum dan aktivitas seksual sejak matahari
terbit hingga terbenam
Umat islam menyambut dengan suka cita akan hadirnya bulan suci ini karena
teringat janji pahala berlipat ganda dari Allah SWT ,bagi yang ikhlas dan
bersungguh sungguh menjalani ibadah nya
.Sehingga meskipun islam membolehkan orang yang sedang sakit untuk tidak
berpuasa sebagian umat bahkan ada yang tetap ingin menjalan kan ibadah puasa
ramadhan walaupun memiliki gangguan kesehatan dan harus menggunakan obat secara
rutin
` Lalu bagaimana cara mengatur waktu
minum obat pada saat berpuasa supaya tidak mengganggu hasil terapi yang
diharapkan ?Puasa tentu akan merubah ritme makan, karena pada saat puasa makan
hanya dilakukan 2 kali sehari yaitu saat sahur dan berbuka puasa. Pada
giliran nya, kondisi ini juga akan berdampak pada seseorang yang sedang
melakukan terapi obat .Jika dikonsumsi obat hanya digunakan untuk terapi jangka
pendek seperti , influenza atau sakit kepala , yang hanya digunakan bila perlu
saja ,mungkin tidak akan signifikan dampak nya. Namun bagaimana jika seseorang
harus mengkonsumsi obat secara rutin setiap hari,seperti pada pasien dengan
penyakit Diabetes Melitus? Mungkin
kan penderita Diabetes tetap berpuasa
dan tetap terkontrol kadar gula darahnya? Artikel ini membahas tentang penggunaan
obat Diabaetes pada penderita yang tetap berpuasa Ramadhan.
Diabetes
Mellitus
Diabetes Mellitus
adalah suatu gangguan metabolic dalam tubuh, yang disebabkan karena
kekurangan nya hormon insulin atau
resistensi reseptor insulin atau keduanya ,sehingga kadar gula darah meningkat
diatas normal nya .Insulin sendiri
adalah suatu senyawa endogen yang memiliki berbagai fungsi ,salah satu nya adalah membantu transport glukosa dari salam darah
masuk kedalam sel sel tubuh yang membutuhkan
Dengan kurang nya jumlah insulin tubuh , atau kurang nya
aktivitas reseptor insulin, maka glukosa yang berasal dari makanan yang kita
makan akan tetap tinggak dalam darah . Darah jadi terasa manis ,bahkan glukosa
itu pun terbawa sampai ke urin ,jadilah pipis lita manis .Makanya dikasih nama “Kencing Manis”
Proses
Pengaturan Gula Darah
Sekresi insulin
atau keluarnya insulindari sel beta pankreas dan perubahan simpanan gula dalam
hati dan otot berupa glikogen dipicu oleh proses makan pada orang sehat .Selama
puasa, siklus gula cenderung rendah sehingga menyebabkan penurunan sekresi
insulin
Secara
bersamaan jumlah hormon lain yaitu glucagon dari katekolamin meningkat
,sehingga merangsang pecah nya simpanan gula hati dan bersamaan dengan itu ,proses pembentukan gula (glukosa)
ditingkatkan .
Semakin
lama waktu berpuasa menyebabkan simpanan glikogen makin menipis dan rendah nya
siklus insulin memungkin kan peningkatan pelepasan asam adipose asam lemak .
Oksidasi
asam lemak menghasilkan keton yang digunakan sebagai bahan bakar aktivitas
organ tubuh sehingga hemat gula digunakan untuk aktivitas otak dan sel darah
merah.Singkat nya, semakin lama seseorang berpuasa maka, makin sedikit jumlah
energy aktivitas tubuh ,sehingga tubuh membentuk energi dari sumber lain
seperti lemak.
Pada
tubuh yang sehat ,diperlukan penyesuain
perubahan pola makan.Jika biasanya pada pagi hari kita sarapan ,kemudian waktu
sarapan berubah menjadi pukul 3 pagi ,akan terjadi penyesuain keluarnya insulin
untuk memproses makanan menjadi energy . Terlebih pada tubuh dengan diabetes
,diperlukan proses perubahan dari waktu makan ke puasa singkat dan panjang yang
dibantu oleh serangkain metabolisme kompleks .
Apakah Orang Diabetes boleh Puasa?
Kondisi sakit diabetes perlu di pertimbsngksn ketika
seseorang memutuskan akan puasa atau tidak .Mereka yang beresiko tinggi tidsk
disarankan berpuasa ,karena dapat menyebabkan masalah dalam kesehatan ,Seseorang
dibilang memiliki resiko sangat tinggi
jika ia memiliki diabetes saat hamil ,diabetes tipe ,penderita yang tidak dapat mengontrol gula
darah nya dengan baik, sering mengalami hipoglikemia(penurunan kadar gula
darah) yang berat atau ketoasidosis (darah nya asam ) karena tinggi nya jumlah benda keton
berulang terutama dalam 3 bulan terakhir menjelang bulan Ramadhan
Puasa
tidak dianjurkan juga bagi:
1.
Penderita Diabetes yang tidak mematuhi diet
pemakaian obat dan pengaturan aktivitas harian
2.
Peserta Diabetes yang disertai
komplikasi serius seperti jantung,Ginjal,Hipertensi,yang tidak terkendali
3.
Penderita Diabetes yang sedang mengalami
infeksi
4.
Penderita Diabetes yang berusia tua yang
mengalami masalah ketidakpedulian terhadap hipoglikemia
Puasa masih diperboleh
kan bagi penderita diabetes dengan kriteria berikut:
1.Penderita
diabetes tipe 1 (diabetes karena kurang nya produksi insulin) yang terkendali
dengan perencanaan makan dan olahraga
2.Penderita
diabetes tipe2 (diabetes akibat kurang peka nya tubuh terhadap insulin) dengan
berat badan lebih serta kontrol yang baik dan pengawasan gula darah secara ketat.
3.Penderita diabetes
yang mendapat suntikan insulin satu kali sehari.
Penderita diabetes yang hendak melakukan
puasa ramadhan, sebaiknya membicarakan rencana tersebut kepada dokter yang
menangani masalah kesehatannya. Hal ini dikarena, puasa yang dilakukan pasien
diabetes tanpa dukungan dan kontrol tenaga medis dapat menyebabkan komplikasi
akut yang serius. Beberapa komplikasi yang umum terjadi antara lain;
1.Hiperglikemia,
yaitu peningkatan jumlah gula didalam darah, biasanya terjadi pada pasien
diabetes yang kurang dpat mengdalikan asupan makanan yang konsumsi karena pada
umumnya masyarakat saat berbuka puasa menghidangkan makanan dan minuman manis.
2.Hipoglikemia
yaitu keadaan di mana gula darah rendah karena tidak ada keseimbangan antara
makanan yang diamakan ,latihan fisik dan obat yang digunakan .Biasanya terjadi
pada pasien yang berpuasa namun tidak berkonsultasi terlebih dahulu ,sehingga
dosis obat yang diberikan tetap selama
puasa dan menyebabkan tidak seimbangan asupan makanan dan obat yang
digunakan untuk mengendalikan gula darah
3.Diabetes
ketoasidosis,umum nya terjadi pada pasien diabetes tipe 1
4.Dehidrasi.Hiperglikemia
menyebabkan pasien sering buang air kecil ,sehingga terjadi penurunan cairan
tubuh yang menyebabkan dehidrasi.
Persiapan yang perlu dilakukan
sebelum puasa ramadhan seperti:
1.Konsultasi
sebelum puasa dimulai.Sebaik nya 3 bulan sebelum puasa ,pasien berkonsultasi
pada dokter untuk penilaian awal,seperti HbA1C yang digunakan sebagai patokan
kepatuhan pasien terhadap pengobatan untuk memperoleh control gula yang baik
2.
Penyesuaian aturan diet untuk puasa ramadhan .Perubahan pola makan perlu
dibiasakan sebelum puasa ramadhan tibz dengan diet makanan diperketat agar kondisi fisik pasien optimal
,Menu makanan yang dapat dipilih seperti :
a.
Oeatmeal
atau
gandum utuh ,Karbohidrat jenis ini lama di cerna ,magnesium di dalam nya
dapat membantu tubuh memanfaat kan gula
dan sekresi insulin dengan baik.
b.
Brokoli
dapat
membantu meningkatkan kepekaan insulin
c.
Ubi
jalar dan Kacang kacangan dapat membantu penurunan HbA1C
3.Penyesuaian
regimen obat .Pemilihan obat ,dosis dan frekuensi atau jumlah pemberian, perlu
diperhatikan dan dipilih sesuai kebutuhan terapi pasien .
4.
Mendorong aktivitas fisik yang sesuai secara berkelanjutan ,seperti jalan
santai selama 30 menit setiap harinya.
5.Memahami tanda terjadi nya
hipoglikemia yaitu pandangan kabur ,telapak tangan berkeringat ,dingin seluruh
tubuh,gemetar ,lapar ,bingung dan mati rasa atau jika gula darah mencapai
kurang dari 60 mg/dl maka segeralah berbuka puasa
Obat
diabetes golongan sulfonilurea seperti glibenklamid ,gliklazid ,dan glimepirid
memiliki resiko efek samping hipoglikemia yag besar ,sehingga kurang
direkomenasikan bagipasien Diabetes. Sebagai gantinya ,pasien dapat menggunakan
obat metformin 3 kali sehari ,yang pada
saat puasa dan satu dosis pada saat sahur . Obat semacam acarbose juga relative
aman untuk penderita diabetes ,karena kurang menyebabkan hipoglikemi.
Pasien
yang tetap menggunakan obat golongan sulfonilurea sekali sehari sebaik nya
meminum saat buka puasa sebelum makan. Sedangkan unruk yang dua kali
sehrari,makan obat diminum satu dosis pada saat buka puasa dan setengah dosis
pada saat sahur.Namun demikian ada pula ahli yang menyarankan untuk tidak
mengkonsumsi obat pada saat sahur karena dikuatirkan mengalami hipoglikemia
jika pasien puasa
Pada
pasien yang menggunakan insulin premix atau aksi sedang 2 kali sehari ,perlu
dipertimbangkan perubahan ke insulin aksi panjang atau sedang pada sore hari
dan insulin aksi pendek bersama makan.Gunakan dosis biasa pada saat berbuka dan
setengan dosis pada saat sahur .Usahakan banyak minum pada saat tidak puasa
untuk menghindari dehidrasi
Pemantauan kadar gula sebaik nya
dilakukan lebih kerap dar biasanya .Jika kadar gula turun dibawah 60 mg/dl
,pasien disarankan segera berbuka puasa .juga jika kadar gula terlalu tinggi
(>300 mg/dL) pasien disarankan tidak berpuasa
Nah ,agar puasa dapat dijalani dengan nyaman dan aman ,berkonsultasi lah
dengan tenaga medi,milikilah alat pengecek gula darah dirumah ,kenali tanda
tanda hipoglikemi sejak dini ,akhirkan makan saat sahur ,konsumsi obat secra
tepat dan teratur ,serta mengganti gula denga gula rendah kalori .Semoga dapat
berpuasa dengan gula darah selalu terjaga.
Komentar
Posting Komentar